Mahasiswa KKN Universitas Panca Bhakti Hadirkan Program Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Rukma Jaya Sukses di Laksanakan

Rukma Jaya, Bengkayang – Mahasiswa Universitas Panca Bhakti Pontianak melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Rukma Jaya, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus penerapan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa secara langsung di lingkungan masyarakat. Program KKN disusun berdasarkan hasil observasi dan koordinasi dengan pemerintah desa, masyarakat, kelompok tani, serta pihak sekolah. Kegiatan difokuskan pada bidang edukasi, pertanian dan lingkungan, sarana informasi, serta sosial kemasyarakatan.

Ketua kelompok KKN, Dodi Martin, menyampaikan bahwa program yang dilaksanakan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.“Program KKN dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat agar dapat memberikan manfaat dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, maupun sarana pendukung bagi Desa Rukma Jaya,” ujarnya. Beberapa program utama yang dilaksanakan meliputi:

  1. Penyuluhan dan Praktik Pembuatan Pestisida Nabati dari Kulit Bawang, Mahasiswa memberikan penyuluhan dan praktik kepada masyarakat, khususnya kelompok tani, mengenai pemanfaatan kulit bawang sebagai bahan pestisida nabati. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bahan alami serta mendukung penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan.
  2. Sosialisasi Anti-Bullying dan Bahaya Narkoba, Edukasi diberikan kepada siswa untuk meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan bullying serta bahaya penyalahgunaan narkoba. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan kondusif.
  3. Pembuatan dan Pemasangan Papan Petunjuk Arah, Mahasiswa membuat dan memasang papan petunjuk arah pada beberapa titik strategis desa. Sarana tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat dan pendatang memperoleh informasi mengenai arah dan lokasi di wilayah Desa Rukma Jaya.
  4. Gotong Royong dan Kebersihan Lingkungan, Mahasiswa bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong, di antaranya membersihkan makam dan kantor desa. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.
  5. Senam Bersama Ibu-Ibu PKK, Mahasiswa turut berpartisipasi dalam kegiatan senam bersama ibu-ibu PKK Desa Rukma Jaya. Selain mendukung penerapan pola hidup sehat, kegiatan ini menjadi sarana interaksi dan mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat.
  6. Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Mahasiswa turut berpartisipasi dalam kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, solidaritas, dan partisipasi masyarakat.

Kepala Desa Rukma Jaya, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan tersebut.“Kami mengapresiasi program yang dilaksanakan mahasiswa KKN karena melibatkan masyarakat secara langsung dan memberikan manfaat dalam bidang pendidikan, pertanian, lingkungan, serta kegiatan sosial,” ujarnya. Pelaksanaan KKN di Desa Rukma Jaya diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, kepedulian lingkungan, dan partisipasi masyarakat. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, serta menerapkan ilmu pengetahuan secara kontekstual dalam kehidupan masyarakat. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, masyarakat, kelompok tani, PKK, dan pihak sekolah, kegiatan KKN diharapkan dapat mendukung proses pemberdayaan masyarakat serta mendorong pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata KKN UPB Kelompok 8 Melaksanakan Sejumlah Program Kerja Sebagai Bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Sungai Pangkalan 1

Desa Sungai Pangkalan 1, Kabupaten bengkayang – Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Panca Bhakti (UPB) Kelompok 8 di Desa Sungai Pangkalan 1, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat setempat. Selama satu bulan penuh, mulai dari awal hingga akhir Agustus, mereka menjalankan serangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mendapat apresiasi hangat dari warga. Program KKN ini dirancang untuk menjawab langsung kebutuhan masyarakat desa. Berbagai agenda pun dilaksanakan, mulai dari sosialisasi, gotong royong, hingga pembuatan rencana edukasi cyberbullying. Keterlibatan pelajar juga mencakup hal-hal yang lebih luas, seperti menjadi panitia perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-81 dan kegiatan budaya desa, salah satunya adalah ritual maulid nabi.

Selain kegiatan rutin, mahasiswa KKN kelompok 8 juga menghadirkan beberapa program unggulan yang fokus pada peningkatan kapasitas masyarakat. Program ini meliputi:

  • Sosialisasi Cyber – Bullying: Bertujuan untuk menumbuhkan lingkungan yang aman dan saling menghargai di kalangan anak dan remaja.
  • Program tentang pupuk POC : Memberikan pemahaman tentang pengetahuan dasar mengenai cara mengolah bahan alami yang difermentasi menjadi cairan nutrisi penyuplai kesuburan tanah dan tanaman
  • Program tentang pemasangan plang desa: sebagai sarana penunjuk arah, identitas wilayah, serta pemudah akses informasi bagi warga lokal maupun pendatang
  • Program RAB Rumah Singgah Pemakaman: dibuat untuk merencanakan dan menghitung perkiraan biaya pembangunan fisik fasilitas tempat peristirahatan atau transit sementara di area Tempat Pemakaman Umum
  • Program Senam Merakyat Bersama 4 kampus/universitas: sarana perpisahan yang positif, menjaga keberlanjutan program kesehatan, dan mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dengan warga desa.

Kegiatan ini semakin mempererat hubungan antara pelajar dan warga, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat. Salah satu siswa menuturkan bahwa pengalaman ini memberikan pelajaran berharga, baik dalam memahami kehidupan desa maupun menerapkan ilmu untuk memberikan manfaat secara langsung.

Kehadiran mahasiswa UPB sejalan dengan tema “PENGABDIAN KOLABORATIF UNTUK DESA ADAPTIF DI ERA DIGITAL DAN BERKELANJUTAN” dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang kontribusi nyata perguruan tinggi di tengah masyarakat. Masyarakat berharap kerja sama dengan universitas dapat terus berlanjut meskipun program KKN telah berakhir, karena dinilai efektif dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan. Dengan demikian, KKN di Desa Sungai pangkalan 1  bukan hanya memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi bukti nyata pentingnya peran pendidikan tinggi dalam membangun bangsa dari tingkat desa.

Menumbuhkan Manfaat, KKN UPB Kelompok 15 Berdampak Positif di Desa Sungai Nipah

Sungai Nipah, Kabupaten Mempawah – Kehadiran puluhan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Panca Bhakti (UPB) kelompok 15 di Desa Sungai Nipah, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat setempat. Selama satu bulan penuh, mulai dari awal hingga akhir Agustus, mereka menjalankan serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang mendapat apresiasi hangat dari warga.

Program KKN ini dirancang untuk menjawab langsung kebutuhan masyarakat desa. Berbagai agenda pun dilaksanakan, mulai dari sosialisasi, gotong royong, hingga pembuatan plang edukasi sampah dan plang kelompok tani. Keterlibatan mahasiswa juga mencakup hal-hal yang lebih luas, seperti menjadi panitia perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-80 dan kegiatan budaya desa, salah satunya adalah ritual Robo-Robo.

Selain kegiatan rutin, mahasiswa KKN kelompok 15 juga menghadirkan beberapa program unggulan yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat. Program ini meliputi:
– Sosialisasi Anti-Bullying: Bertujuan untuk menumbuhkan lingkungan yang aman dan saling menghargai di kalangan anak dan remaja.
– Program Desa Sadar Hukum: Memberikan pemahaman tentang hak, kewajiban, serta pentingnya menyelesaikan masalah secara bijak.
– Sosialisasi Digitalisasi UMKM: Melatih para pelaku usaha lokal untuk memanfaatkan media sosial, marketplace, dan sistem pembayaran non-tunai agar produk mereka bisa bersaing lebih luas.

Kegiatan ini semakin mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat. Salah satu mahasiswa menuturkan bahwa pengalaman ini memberikan pelajaran berharga, baik dalam memahami kehidupan desa maupun menerapkan ilmu untuk memberikan manfaat langsung.

Kehadiran mahasiswa UPB sejalan dengan tema “Kampus Berdampak” dari Kementerian Pendidikan, yang menekankan kontribusi nyata perguruan tinggi di tengah masyarakat. Masyarakat berharap kerja sama dengan universitas dapat terus berlanjut meski program KKN telah berakhir, karena dinilai efektif dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan. Dengan demikian, KKN di Desa Sungai Nipah bukan hanya memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi bukti nyata pentingnya peran pendidikan tinggi dalam membangun bangsa dari tingkat desa.